Incubator SIC 2026, Plaza Hybrid Kota Bima Mantika Disiapkan Jadi Pusat Perdagangan dan Gaya Hidup Modern

-Jakarta, 15 Agustus 2026-

Sekretaris Bappeda Kota Bima, Ririn Kurniawati, ST., MT., turut hadir dalam kegiatan Incubator Sasambo Investment Challenge (SIC) 2026 di Jakarta, SIC merupakan sebuah rangkaian pendampingan untuk mematangkan proyek-proyek investasi daerah agar semakin siap ditawarkan kepada investor.

Dalam kegiatan tersebut, Plaza Hybrid Kota Bima Mantika menjadi salah satu proyek investasi Kota Bima yang berhasil lolos tahap kurasi dan masuk dalam daftar Project Incubator Sasambo Investment Challenge (SIC) 2026. Proposal proyek ini selanjutnya mendapatkan pendampingan melalui coaching clinic untuk disempurnakan menjadi proyek yang memenuhi standar Investment Project Ready to Offer (IPRO) dan siap dipromosikan kepada calon investor.

Apa Itu Plaza Hybrid Kota Bima Mantika?

Plaza Hybrid Kota Bima Mantika merupakan konsep pengembangan kawasan komersial modern dengan pendekatan hybrid mixed-use development, yaitu menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan yang terintegrasi. Proyek ini dirancang bukan hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai ruang kuliner, hiburan, perhotelan, kegiatan masyarakat, pelayanan publik, serta ruang terbuka.

Dalam dokumen IPRO, Plaza Hybrid Mantika digambarkan sebagai pusat rekreasi, belanja, kuliner dan pelayanan publik modern yang direncanakan berdiri di lokasi eks Kantor Bupati Bima, sebelah barat Kantor Wali Kota Bima. Luas lahan yang disiapkan sekitar 25.000 meter persegi, dengan peruntukan lahan untuk kegiatan perdagangan dan jasa.

Konsep hybrid tersebut akan menghadirkan sejumlah fungsi dalam satu kawasan, antara lain retail dan lifestyle, food and beverage, hotel bintang tiga, event hall, entertainment, pelayanan publik, ruang terbuka atau public plaza, smart parking, serta ruang perkantoran. Dengan demikian, masyarakat nantinya tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga dapat menikmati kuliner, menghadiri kegiatan atau pertunjukan, mendapatkan layanan tertentu, maupun memanfaatkan ruang publik yang tersedia.

Konsep ini juga diarahkan untuk menjadi one stop destination, sehingga berbagai kebutuhan masyarakat dapat dilakukan dalam satu kawasan. Dalam dokumen proyek, Plaza Hybrid Mantika diposisikan sebagai “Pusat Perdagangan, Gaya Hidup, Hiburan dan Rekreasi Terbesar di Pulau Sumbawa Bagian Timur.”

Lokasi Pembangunan Plaza Hybrid Kota Bima Mantika??

Lokasi proyek menjadi salah satu keunggulan utama Plaza Hybrid Mantika. Kawasan pembangunan merupakan eks Kantor Bupati Bima yang berada tepat sebelah barat Kantor Pemerintahan Kota Bima berada di pusat Kota Bima dan memiliki akses strategis terhadap kawasan pemerintahan, perdagangan serta berbagai fasilitas perkotaan.

Pemanfaatan aset pemerintah daerah tersebut diarahkan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih besar sekaligus dapat mendorong aktivitas ekonomi di kawasan pusat kota. Dokumen IPRO mencatat bahwa lahan saat ini merupakan aset Pemerintah Kota Bima dengan status hak guna, sementara peruntukan lahannya sesuai tata ruang adalah perdagangan dan jasa.

Kehadiran Plaza Hybrid Mantika juga diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pusat perdagangan dan rekreasi modern yang terintegrasi. Analisis pasar dalam dokumen proyek menempatkan Kota Bima sebagai pusat aktivitas ekonomi regional yang melayani tidak hanya masyarakat Kota Bima, tetapi juga masyarakat dari Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu dan wilayah Pulau Sumbawa bagian timur.

Bukan Hanya untuk Berbelanja

Salah satu daya tarik utama Plaza Hybrid Mantika adalah keberadaan berbagai fasilitas yang dirancang dalam satu kawasan. Di dalamnya direncanakan terdapat area retail modern, restoran dan kuliner, hotel, event hall, fasilitas hiburan, ruang publik, perkantoran dan area parkir.

Dengan konsep tersebut, kawasan ini diharapkan menjadi tempat yang dapat mempertemukan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Pelaku UMKM lokal juga diharapkan memperoleh ruang untuk mengembangkan usahanya melalui keterlibatan dalam ekosistem perdagangan dan kuliner yang dibangun di kawasan Plaza Mantika.

Dokumen proyek juga menempatkan dukungan terhadap UMKM, peningkatan aktivitas ekonomi lokal, serta penciptaan lapangan kerja sebagai bagian dari keuntungan pengembangan proyek.

Investasi Rp413,4 Miliar dengan Skema BOT

Dari sisi investasi, Plaza Hybrid Kota Bima Mantika diproyeksikan membutuhkan nilai investasi sekitar Rp413,4 miliar. Proyek ini ditawarkan menggunakan skema Build-Operate-Transfer (BOT) atau Bangun-Guna-Serah dengan masa konsesi selama 30 tahun.

Melalui skema tersebut, investor atau badan usaha akan berperan dalam pembangunan dan pengoperasian kawasan, sementara Pemerintah Kota Bima menyediakan aset/lahan dan memberikan dukungan sesuai mekanisme kerja sama yang disepakati. Setelah masa kerja sama berakhir, aset kemudian diserahkan kembali kepada Pemerintah Kota Bima sesuai ketentuan perjanjian.

Skema BOT ini juga dirancang agar pengembangan aset daerah dapat dilakukan tanpa seluruh beban pembangunan harus ditanggung melalui APBD. Dalam dokumen proyek, skema pembagian hasil yang ditawarkan mencantumkan 70 persen untuk investor dan 30 persen untuk Pemerintah Kota Bima, dengan tetap mengacu pada perjanjian kerja sama yang nantinya disepakati.

Diharapkan Menjadi Penggerak Ekonomi Kota Bima

Lebih jauh, Plaza Hybrid Mantika diharapkan dapat menjadi salah satu landmark ekonomi baru Kota Bima. Kehadirannya diharapkan mendorong peningkatan aktivitas perdagangan dan jasa, membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas UMKM, serta memperkuat posisi Kota Bima sebagai pusat kegiatan ekonomi di wilayah Pulau Sumbawa bagian timur.

Bagi Pemerintah Kota Bima, proyek ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih besar bagi masyarakat.

Bappeda Dorong Kesiapan Proyek Investasi

Keikutsertaan Sekretaris Bappeda Kota Bima, Ririn Kurniawati, ST., MT., dalam kegiatan Incubator SIC 2026 menjadi bagian dari proses penguatan kesiapan proyek tersebut. Pendampingan dalam incubator mencakup penyempurnaan proposal, penguatan struktur proyek, kesiapan investasi, hingga aspek bankability dan pembiayaan.

Melalui proses tersebut, Pemerintah Kota Bima terus berupaya memastikan Plaza Hybrid Mantika tidak hanya menjadi sebuah gagasan pembangunan, tetapi dapat dipersiapkan sebagai proyek investasi yang memiliki konsep jelas, prospek pasar, skema kerja sama, serta manfaat ekonomi yang terukur.

Dengan lokasi yang strategis, konsep kawasan terpadu dan peluang pasar regional yang besar, Plaza Hybrid Kota Bima Mantika diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang mampu membawa wajah baru kawasan pusat Kota Bima sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.

(PPID BAPPEDA KOTA BIMA)