Bappeda Kota Bima Fasilitasi Konsultasi Publik Study EHRA sebagai Dasar Penyusunan Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Bima Tahun 2026–2030
Kota Bima, 13 Juli 2026 – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bima memfasilitasi pelaksanaan Zoom Konsultasi Publik Study Environmental Health Risk Assessment (EHRA) sebagai salah satu tahapan penting dalam penyusunan Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Bima Tahun 2026–2030. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat kelurahan hingga perangkat daerah
Kegiatan dibuka oleh Perencana Muda Bappeda Kota Bima, Bambang Setiawan, S.T., M.T., yang juga bertindak sebagai moderator. Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan bahwa pelaksanaan Study EHRA merupakan bagian penting dalam memperoleh data dan informasi mengenai kondisi sanitasi masyarakat secara partisipatif sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program sanitasi lima tahun ke depan.
Hadir sebagai narasumber, Koordinator Studi EHRA Mitra Samya, Ir. Purnama Sidhi, yang memaparkan metodologi pelaksanaan Study EHRA, mekanisme pengumpulan data lapangan, serta pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Konsultasi publik diikuti oleh perwakilan dari 30 kelurahan pada 5 kecamatan di Kota Bima yang telah ditetapkan sebagai lokasi sampel pelaksanaan Study EHRA. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bima, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bima, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bima, Kepala UPT Persampahan, Kepala UPT Pengolahan Air Limbah Domestik (PALD), serta perwakilan dari tujuh puskesmas se-Kota Bima.
Dalam paparannya, Ir. Purnama Sidhi menjelaskan bahwa Study EHRA merupakan instrumen penting untuk mengidentifikasi tingkat risiko kesehatan lingkungan yang berkaitan dengan akses sanitasi, pengelolaan air limbah domestik, persampahan, drainase lingkungan, serta perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat. Hasil studi ini nantinya akan menjadi salah satu dasar penyusunan Strategi Sanitasi Kota Bima Tahun 2026–2030 sekaligus menjadi acuan dalam menentukan prioritas program sanitasi yang tepat sasaran.
"Data EHRA tidak hanya menggambarkan kondisi sanitasi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan prioritas investasi sanitasi daerah. Karena itu kualitas data sangat menentukan kualitas dokumen Strategi Sanitasi Kota yang akan disusun," jelas Purnama Sidhi.
Pada sesi diskusi, Lurah Nae, Fazhurrahman, memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kelurahan Nae dalam mewujudkan Kampung Hijau melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada penanganan sampah, tetapi juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Salah satu inovasi yang telah dikembangkan adalah pembangunan lubang resapan biopori untuk meningkatkan daya resap air sekaligus mengurangi timbulan sampah organik. Selain itu, Kelurahan Nae juga mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi, serta memanfaatkan hasilnya sebagai pakan ternak
Sementara itu, Camat Asakota, Kamaluddin, menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah persoalan sanitasi dan lingkungan yang menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Asakota. Salah satu permasalahan yang masih dihadapi adalah timbulan sampah pada beberapa titik yang memerlukan penanganan secara terpadu, baik melalui peningkatan kesadaran masyarakat maupun penguatan sistem pengelolaan persampahan.
Selain itu, Kamaluddin juga menyoroti kondisi drainase yang mengalami penyumbatan di sejumlah lokasi sehingga menghambat aliran air, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Menurutnya, permasalahan tersebut berpotensi menimbulkan genangan bahkan banjir apabila tidak ditangani secara berkelanjutan.
Menutup kegiatan, moderator Bambang Setiawan menyampaikan bahwa sinergi seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, puskesmas, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Study EHRA. Hasil kajian tersebut diharapkan mampu menghasilkan Strategi Sanitasi Kota Bima Tahun 2026–2030 yang komprehensif, berbasis data, dan mendukung terwujudnya layanan sanitasi yang aman, berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Bima.
(PPID BAPPEDA KOTA BIMA)