Bappeda Kota Bima paparkan Kebijakan dan Strategi Kota Bima Tangguh Banjir yang Berkelanjutan dalam kegiatan FGD Pengendalian Banjir Kota Bima yang Diselenggarakan BBWS NT I
-Kota Bima, 29 Oktober 2026 -
Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT I) melalui program NUFReP menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengendalian Banjir Kota Bima dengan tema “Menuju Kota Bima yang Resilien, Aman, dan Berkelanjutan”, Kamis (29/10/2026), bertempat di Aula Hotel Marina Inn, Kota Bima.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pengurangan risiko banjir serta mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang terpadu, berkelanjutan, dan berketahanan terhadap bencana di wilayah Kota Bima. FGD tersebut menjadi forum koordinasi dan diskusi lintas sektor untuk memperkuat sinergi pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi penanganan banjir yang terintegrasi.
Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kota Bima, Mukhtar Landa, M.H. Dalam kegiatan tersebut, Perencana Ahli Madya Bappeda Kota Bima, Asraruddin ST. MT hadir sebagai narasumber dipandu oleh moderator Taufikkurahman ST. MT
Dalam paparannya, Asraruddin menekankan pentingnya kebijakan dan strategi pengendalian banjir yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah. Upaya membangun Kota Bima yang tangguh terhadap banjir tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga membutuhkan dukungan penataan ruang berbasis risiko bencana, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), peningkatan kualitas sistem drainase, pelestarian lingkungan, serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat.
Selain itu, koordinasi lintas perangkat daerah dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan penanganan banjir dilaksanakan secara terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pengurangan risiko bencana sekaligus meningkatkan ketahanan Kota Bima terhadap dampak banjir.
Kegiatan ini dihadiri oleh stake holder terkait kebijakan penanganan banjir Kota Bima (BPBD, Dinas PUPR, DPKPP, DLH , Dinas Sosial, BPN, dan Diskominfotik) bersama unsur masyarakat yang terdiri atas TSBK dan LPM.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan persepsi, menyelaraskan program dan kegiatan, serta mengidentifikasi berbagai masukan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi. Partisipasi masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan di tingkat kelurahan dan mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif dalam mengurangi risiko banjir.
Melalui FGD ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan strategi pengendalian banjir yang lebih terarah dan berkelanjutan. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan Kota Bima yang lebih tangguh menghadapi bencana, aman bagi masyarakat, dan berkelanjutan dalam pembangunan.
Bappeda Kota Bima terus mendorong penguatan perencanaan pembangunan berbasis risiko bencana serta kolaborasi lintas sektor guna mendukung upaya pengendalian banjir dan mewujudkan ketangguhan Kota Bima secara berkelanjutan.
(PPID BAPPEDA KOTA BIMA)